Pemanfaatan tanaman porang sebagai komoditas bernilai ekonomi terus didorong melalui penerapan teknologi pengolahan pascapanen. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan tim akademisi dari Universitas Syekh Yusuf Al Makassari Gowa bersama STIKES Yapika Makassar di Desa Bontolempangang, Kecamatan Bontolempangang, Kabupaten Gowa.
Desa Bontolempangang memiliki potensi sumber daya lokal yang cukup besar, termasuk tanaman porang. Tanaman ini dikenal memiliki kandungan glukomanan dan serat pangan yang tinggi sehingga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi berbagai produk olahan bernilai tambah.
Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya memberikan manfaat ekonomi optimal bagi masyarakat. Salah satu kendalanya adalah keterbatasan teknologi dan kemampuan dalam mengolah porang setelah masa panen. Melalui kegiatan pengabdian tersebut, tim akademisi memperkenalkan pemanfaatan teknologi tepat guna untuk membantu masyarakat meningkatkan proses pengolahan porang. Pendekatan ini diarahkan agar bahan baku yang sebelumnya memiliki nilai ekonomi terbatas dapat dikembangkan menjadi produk pangan yang lebih menarik dan memiliki peluang pasar.
Salah satu bentuk pengembangan yang diperkenalkan adalah pengolahan umbi porang menjadi produk keripik. Pengolahan tersebut tidak hanya bertujuan menghasilkan makanan ringan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah komoditas lokal melalui inovasi pengolahan.
Penggunaan teknologi tepat guna diharapkan dapat membantu masyarakat mengatasi berbagai kendala dalam proses produksi, terutama pada tahap pengolahan pascapanen. Dengan proses yang lebih efektif, produk yang dihasilkan diharapkan memiliki kualitas dan daya saing yang lebih baik.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam pendidikan dan penelitian, tetapi juga dapat berkontribusi langsung terhadap pengembangan potensi ekonomi masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat menjadi salah satu langkah penting untuk mendorong pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan. Pengembangan porang melalui teknologi pengolahan diharapkan dapat membuka peluang usaha baru sekaligus meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian masyarakat Desa Bontolempangang.
Ke depan, pengembangan produk olahan porang masih dapat diarahkan pada peningkatan kualitas produksi, pengemasan, pemasaran, serta penguatan kapasitas masyarakat agar produk yang dihasilkan mampu memasuki pasar yang lebih luas.